|
On-demand software adalah salah satu dari empat tren besar teknologi dalam sepuluh tahun mendatang yang dirilis majalah Fortune, edisi 21 Januari 2009. Para eksekutif teknologi memperkirakan bahwa di masa depan software akan lebih banyak diakses melalui internet (contohnya web-mail oleh Gmail dari Google) ketimbang aplikasi yang diinstall secara lokal pada desktop dan server yang dimiliki oleh perusahaan.
Para eksekutif teknologi dan direktur keuangan lebih menyukai on demand software atau dikenal juga dengan istilah software as a service (SaaS) karena mereka tidak harus berinvestasi untuk mendirikan data center sendiri dengan tenaga kerja IT internal melainkan cukup membeli layanan software yang diperlukan via internet. Mereka juga dapat menambah atau mengurangi kapasitas pengolahan dan penyimpanan data dengan cepat tanpa harus menambah atau mengurangi karyawan. Aplikasi yang canggih pun yang biasanya memiliki harga mahal dan hanya dapat dimiliki perusahaan besar kini dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan yang lebih kecil.
Salah satu pelopor bidang ini adalah Salesforce.com yang menyediakan layanan Customer Relationship Management via internet untuk perusahaan besar dan kecil di berbagai industri. Dalam bidang HRD, sebuah perusahaan online di San Mateo California bernama Success Factors menyediakan software untuk membantu perusahaan-perusahaan melakukan penilaian kinerja karyawan secara online. Sejak go public pada November 2007, sahamnya sempat anjlok karena mengalami kerugian operasional akibat resesi global. Namun seiring dengan membaiknya ekonomi di Amerika Serikat, keuntungan perusahaan ini meningkat 185% di tahun 2009. Succes Factor juga mengembangkan “business execution software”, yaitu aplikasi baru yang dipadu dengan software evaluasi kinerja karyawan yang sudah ada untuk membantu karyawan mencapai sasaran-sasaran strategis. Perusahaan ini juga menawarkan solusi untuk rekrutmen dan seleksi karyawan yang lebih baik. Dengan berbagai software tersebut, penjualan perusahaan ini di tahun 2010 diperkirakan akan mencapai miliar (dibandingkan miliar di tahun 2009).
Pelayanan kesehatan juga merupakan sektor lain yang potensial menggunakan on-demand software. Selama beberapa dekade, teknologi informasi masih belum secara maksimal menjawab kebutuhan software di dunia kesehatan. Dengan subsidi pemerintah sebesar miliar, sistem kesehatan di Amerika Serikat kini sedang menuju pada bentuk digital. Salah satu perusahaan memanfaatkan tren ini adalah Athena Health, yang menjual on-demand software medis untuk melakukan pembayaran dan billing secara otomatis. Athena, saat ini memiliki penjualan 44 kali lebih besar dari saat pertama kali go public tahun 2007.
Contoh lain adalah F5 Networks yang berbasis di Seattle. F5 menjual sekumpulan hardware dan software yang meningkatkan kecepatan pengiriman aplikasi web-based. Klien-kliennya termasuk 8 dari 9 provider besar on-demand software. Meskipun mengalami resesi, F5 berhasil meningkatkan penjualan sehingga mencapai 7 miliar di tahun 2009.
Uraian di atas menunjukkan bahwa apa yang ditulis dalam Lensa Telematika minggu lalu mengenai dampak broadband terhadap produktivitas ternyata antara lain dapat dijelaskan melalui kehadiran on-demand software. Dengan kehadiran broadband maka on-demand software dapat diakses lebih cepat dengan harga terjangkau. Dengan meningkatnya penggunaan on-demand software maka efisiensi dan produktivitas pun meningkat.
|