Artikel
2022-08-08 | ITHB
Garry Rahmat Hartanto: On Demand Success, is to Ride With Deliveree

Mencari kerja di masa normal aja susah-susah gampang, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Aku mungkin salah satu orang yang mendapat anugerah, karena bisa dapat pekerjaan justru di masa-masa sulit nan menghimpit yang membuat siapapun sulit untuk berkelit. Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari persiapan karier yang diberikan oleh Career Resource Center ITHB selama aku kuliah.

Operations Associate. Di posisi itulah kepakan sayap karier profesionalku mengayun hari ini, di sebuah perusahaan multinasional bernama Deliveree On-Demand Logistic. Beroperasi di tiga negara –Indonesia, Filipina dan Thailand-, startup company ini bergerak di bidang logistik atau pengiriman barang. Layaknya perusahaan rintisan, cutting edge teknologi juga menjadi tulang punggung operasional khususnya di era Industri 4.0 saat ini. Tak heran, aplikasi mobile dan website canggih pun disematkan untuk memungkinkan semua jenis layanan kargo bisa dipenuhi dengan standar pelayanan mumpuni. 

Aku sendiri memegang dua tanggung jawab utama, yaitu maintaining operations kegiatan perusahaan secara keseluruhan, yang meliputi quality control booking, menangani klaim pelanggan dan melakukan pemetaan untuk proses pengiriman barang. Tugas utama yang lain adalah sebagai Project Manager untuk para private client yang bisnisnya utamanya di sektor perminyakan, logistik dan ragam perusahaan Fast Moving Customer Good (FMCG). 

Oya, aku memang tertarik untuk berkarier di startup company seperti Deliveree, karena cocok sekali dengan strategi perencanaan karierku sendiri. Khususnya di sektor logistik, Indonesia memiliki frekuensi lalu lintas barang yang begitu tinggi karena geografisnya sebagai negara kepulauan. 

Sudah barang tentu, tekanan pekerjaan selalu ada karena tuntutan profesionalisme di mana aku harus selalu menunjukkan performa kerja yang tinggi, di tengah ketatnya kompetisi bisnis saat ini. Tanpa persiapan matang, mustahil untuk bertahan. Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung (ITHB) adalah tempat yang menyiapkan aku dalam kehidupan nyata dunia kerja.

Ketika kuliah aku menikmati sekali saat-saat menjadi mahasiswa ITHB. Selama 3 tahun perkuliahan banyak hal yang terjadi dan menurutku, semua pengalaman itu tidak akan bisa ditemukan di universitas lain. Hubungan mahasiswa dan dosen begitu akrab dan khusus di program studi manajemen, kami bisa berbagi pengalaman dan ide-ide segar satu dengan yang lain, termasuk para senior yang sudah lebih dahulu malang melintang di dunia kerja. 

Satu lagi… Ini merupakan hal terindah yang pernah terjadi selama aku kuliah di ITHB: I found the love of my life in my second year. We’re sharing goals, life, and feeling up till now. ITHB is the best deh pokoknya… ☺ 

Intinya, aku merasa dipersiapkan dengan sangat baik ketika menuntut ilmu di ITHB dan terbukti saat aku mulai bekerja, di mana ada begitu banyak masalah berbeda yang harus diselesaikan, tentunya dengan sebijaksana mungkin. Belum lagi kalau bicara masalah budaya kerja, di mana kebanyakan atasan aku itu ekspatriat. 

Dari segi bahasa sih gak ada masalah. Tapi soal etos dan budaya kerjanya, itulah poin terpenting di mana kemampuan beradaptasi menjadi krusial. Target achievement gak bisa ditawar. Ketelitian bekerja adalah harga mati alias gak ada toleransi untuk satu keteledoran kecil. Belum lagi tuntutan performa harus baik setiap saat. Semua itu menjadi tantangan terbesarku. Tapi ya balik lagi, karena disiapkan secara matang di ITHB, semua bisa aku lewati dengan sangat baik. Kinerja selalu terjaga, proses adaptasi juga gak masalah –padahal ini bisa jadi yang paling sulit lho-, serta skill yang makin terasah seiring jam terbang yang makin banyak. 

Cita-citaku ke depan adalah menjadi seseorang yang ahli dalam sektor logistik supaya bisa menjejakkan kaki di tempat-tempat baru. Bukan hanya sebagai turis, melainkan seorang profesional. Logistik akan memperluas jangkauan karierku melebihi batas-batas suatu negara. So, being a globetrotter? Why not… Just bring it on !!