Article
2021-07-16 | ITHB
2 Mahasiswa ITHB Berhasil Masuk Top 15 Google Bangkit 2021

Tidak henti-hentinya para mahasiswa ITHB meraih prestasi yang mebanggakan. Kali ini ada Timotius Haniel dan Thomas Ken Ronaldi dari program studi Mobile Technology 2018 yang meraih prestasi di kancah nasional, yakni di Google Bangkit 2021.

Project mereka bersama 4 rekan lainnya yang tergabung dalam Wicara Team berhasil meraih prestasi dengan menjadi top 3 di Google Bangkit 2021 dan berhak mendapatkan pendanaan dari Google dan Pemerintah Indonesia melalui Kedaireka sebesar US$10.000 untuk melanjutkan pengembangan project. 

Kelompok Wicara Team beranggotakan: 

  • Timotius Haniel (ITHB - Mobile Development)
  • Thomas Ken Ronaldi (ITHB - Machine Learning)
  • Tobias Ivandito Margogo Silalahi (Universitas Indonesia - Mobile Development)
  • Gita Ayu Salsabila (UI - Machine Learning)
  • Muhammad Rizky Perdana (Univ. Esa Unggul - Cloud Computing)
  • Michelle Octavia Yolanda Sari (Universitas Telkom - Cloud Computing).

Tentu kalian tahu dong apa nama projectnya? Ya betul, projectnya adalah BACARA.

Apa itu BACARA? BACARA merupakan aplikasi android/mobile penerjemah bahasa isyarat Indonesia yang menggunakan teknologi machine learning yang dapat digunakan secara langsung dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing. 

Mereka di Program Google Bangkit 2021 ini bersaing dengan 483 project yang dibuat oleh ribuah mahasiswa-mahasiswa terpilih dari seluruh Indonesia. Spesialnya, hanya terdapat 3 project yang dipilih untuk melakukan presentasi di Press Event Google Bangkit 2021 dan BACARA menjadi salah satu project yang terpilih bersama 2 project lainnya untuk mempresentasikan projectnya di Press Event pada tanggal 15 Juli 2021 yang lalu. Kamu bisa cek lebih lanjut mengenai top 15 Google Bangkit di link ini : https://bit.ly/Top15GoogleBangkit

Aplikasi BACARA ini memiliki harapan yang ingin dikembangkan lebih jauh di masa depan di antaranya adalah: 

  • BACARA akan menghadirkan translasi untuk bahasa Isyarat Indonesia BISINDO karena BISINDO lebih marak digunakan oleh teman bisu dan teman tuli di Indonesia khususnya untuk kegiatan informal.
  • BACARA akan menghadirkan fitur permainan sebagai media pembelajaran bahasa isyarat (SIBI & BISINDO).
  • Segenap tim BACARA memiliki aspirasi agar BACARA dapat membantu masyarakat Indonesia secara umum untuk berkomunikasi, bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman bisu dan teman tuli di Indonesia tanpa adanya batasan bahasa.
  • BACARA berencana untuk mulai bekerja sama dengan komunitas Tuli Bisu di Jakarta dan Bandung untuk mendapatkan feedback dalam rangka pengembangan aplikasi selanjutnya dan sebagai wadah untuk mensosialisasikan keberadaan dan kegunaan aplikasi BACARA.
  • BACARA berencana untuk mengembangkan fitur translasi hingga dapat menerjemahkan sebanyak 1000 gerakan SIBI dan BISINDO ke bahasa Indonesia. 

Program Google Bangkit 2021 dilaksanakan dalam naungan Kampus Merdeka oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bersama Google, Gojek, Tokopedia, Traveloka, Deeptech serta 15 mitra universitas Bangkit. ITHB sendiri menjadi satu-satunya kampus swasta yang pertama kali menjadi mitra Google di tahun 2020 yang lalu.

Google Bangkit memberikan bekal berupa softskills dan hardskills kepada siswanya. Kelas softskill yang harus diikuti yaitu: Digital Branding & Interview Communication, Time Management, Professional Communication, Adaptability, Critical Thinking, Idea Generation & MVP Planning, Business Finance, Startup Valuation, Pre-Boot Camp Activity - Interview and Digital Profile Checking. Lalu kelas hard skills yang harus diikuti untuk learning path Android Development seperti: Programming in Java and Kotlin, SOLID Principles, Creating Android App for Beginner, Android Fundamental, Android Jetpack, dan Android Developer Expert.

Pada akhir program Google Bangkit, setiap student mempunyai capstone project/tugas akhir yang harus dikerjakan dan diselesaikan sebagai salah satu syarat kelulusan Bangkit secara berkelompok (6 Orang). Setiap kelompok beranggotakan 6 orang, yang berisikan 2 orang dari setiap learning path (Machine Learning, Cloud Computing, dan Android Development).

Timotius Haniel yang merupakan alumnus dari SMAK Kanaan Cianjur dan juga penerima beasiswa Gerakan Gereja Belajar Tahap 1 Tahun 2018 menceritakan bahwa suksesnya kali ini merupakan buah kerja keras yang dilakukannya serta bimbingan dosen di ITHB.

Hal yang sama berlaku juga untuk Thomas Ken Ronaldi yang merupakan alumnus dari SMA Trinitas Bandung dan diajak Timotius untuk juga ikut di project Google Bangkit 2021.

Kerja keras membuahkan hasil. Timotius berhasil menjadi salah satu Distinction Graduates di Google Bangkit 2021. Distinction Graduates adalah lulusan terbaik dari Bangkit atau yang menjadi 10% nilai teratas dari seluruh lulusan di Bangkit yang jumlahnya ribuan. Wah keren banget ya!

Terus cek website (ithb.ac.id) ataupun media sosial dari ITHB agar kamu tidak ketinggalan update informasi mengenai keberhasilan-keberhasilan mahasiswa-mahasiswa ITHB meraih prestasi baik di kancah nasional ataupun global.

Mari bersama ITHB meraih karier global di jalur cepat!