ITHB dan STIE-HB: Kampus Peduli, Bandung Lestari!
- Maclaurin Hutagalung
- Feb 26, 2025
- 1 min read

Kota Bandung menghadapi masalah serius dalam pengelolaan sampah, dan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Bangsa (STIE-HB) mengambil langkah nyata untuk berkontribusi. Mereka terlibat aktif dalam program penanganan sampah kota yang berlangsung sepanjang November 2024, sebuah inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Kota Bandung, LLDIKTI Wilayah IV, dan perguruan tinggi lainnya.
ITHB dan STIE-HB mengirimkan 37 mahasiswa dan 2 dosen pembimbing untuk bergabung dengan 1.107 mahasiswa serta 127 dosen dari 57 perguruan tinggi lainnya. Mereka terjun langsung ke 90 kelurahan untuk menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, termasuk pemilahan dan pengolahan sampah.
Program ini berfokus pada edukasi pengolahan sampah, pemilahan, inovasi pengelolaan, dan pengurangan volume sampah. Target pengurangan 30 ritase sampah berhasil dicapai berkat kerja keras dan dedikasi semua peserta.
Hasil positif terlihat di lapangan, seperti peningkatan jumlah kepala keluarga (KK) yang memilah dan mengolah sampah di Kelurahan Sadang Serang. Ini menunjukkan bahwa upaya sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen memberikan dampak signifikan.
Komitmen ITHB dan STIE-HB tidak berhenti setelah program berakhir. Mereka berencana untuk melanjutkan pendampingan dan pelatihan, terutama bagi petugas pengangkut sampah, untuk memastikan keberlanjutan pemilahan sampah.
Partisipasi aktif kedua institusi ini menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mengatasi masalah lingkungan. Melalui kombinasi pengetahuan akademis dan aksi nyata, mahasiswa dan dosen berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Kerja sama yang baik antara pemerintah, LLDIKTI, dan perguruan tinggi, serta inovasi dalam pengelolaan sampah, menjadi kunci keberhasilan program ini. ITHB dan STIE-HB telah membuktikan diri sebagai agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.




Using technology to increase access to youth mental health support may offer a practical way for young people to reach guidance, safe-spaces, and early help without feeling overwhelmed by traditional systems. Digital platforms, helplines, and apps could give them a chance to seek support privately, connect with trained listeners-orexplore resources that might ease their emotional load. This gentle shift toward tech-based support may encourage youth to open-up at their own pace, especially when in-person help feels too heavy to approach.
There is always a chance that these tools-quietly make support feel closer than before, creating moments where help appears just a tap away. Even a small digital interaction might bring a sense of comfort. And somewhere in that space, you…
Detailed and practical, this guide explains concrete rebar in a way that feels approachable without oversimplifying. The step by step clarity is especially useful for readers new to the subject. I recently came across a construction related explanation on https://hurenberlin.com that offered a similar level of clarity, and this article fits right in with that quality. Great شيخ روحاني resource. explanation feels practical for everyday rauhane users. I checked recommended tools on https://www.eljnoub.com
s3udy
q8yat
elso9
Program belajar Matematika Kelas 3 di UNICCM School mendukung siswa lebih cepat memahami materi melalui latihan yang terarah oleh pengajar kami, serta dukung tumbuh kembang anak bersama kami.
UNICCM School fokus pada pembelajaran yang mendorong anak berpikir kritis sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Setiap aktivitas belajar dirancang agar anak aktif dan percaya diri. Pendekatan ini membantu kesiapan akademik dan non-akademik.
I was able to acquire new knowledge from your article, as it is both plain and accessible. I am a person who typically appreciates spending time playing games; the tiny fishing game is my favorite and it never fails to captivate me.