Mahasiswa ITHB dan STIE-HB Ciptakan Dampak Nyata di KELURAHAN SITU, Sumedang lewat program PTMGRMD
- Maclaurin Hutagalung
- Feb 26, 2025
- 2 min read

Sumedang - Program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) tahun 2024 telah resmi ditutup pada 15 Juni 2024, di Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang. Program yang berlangsung selama kurang lebih 4 bulan ini, melibatkan berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa dari Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Bangsa (STIE-HB), yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Sumedang.
Program PTMGRMD 2024 ini merupakan hasil kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah IV, perguruan tinggi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Tujuannya adalah untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat desa dalam upaya membangun dan memberdayakan desa.
Pada awal pelaksanaan program, tepatnya pada 17 Februari, berbagai perguruan tinggi termasuk ITHB dan STIE-HB, melepas mahasiswa mereka untuk mengikuti KKN Tematik tipe 4 di Sumedang. Mahasiswa-mahasiswa dari ITHB dan STIE-HB ini, bersama dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya, terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di beberapa desa di Sumedang, seperti Desa Pangadegan, Desa Rancakalong, Desa Nagarawangi, dan Desa Pasir Biru.
Selama 4 bulan pelaksanaan program, mahasiswa ITHB dan STIE-HB fokus pada beberapa bidang pembangunan, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, serta ekonomi masyarakat setempat. Mereka bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lokal dan melakukan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Salah satu bentuk kontribusi nyata adalah pengembangan produk One Village One Product (OVOP), yang dipamerkan pada acara penutupan program.
Acara penutupan PTMGRMD 2024 dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Ketua Umum PTMGRMD 2024, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H., Tim KMM dari PPKM, Plh. Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Agus Supriatna, S.Sos., M.Si., dan Pj. Bupati Sumedang, Drs. Yudia Ramli, M.Si. Acara tersebut menjadi momentum evaluasi dan apresiasi terhadap berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam program ini.
Penutupan program ditandai dengan pelepasan simbolis rompi mahasiswa dan penyerahan produk OVOP, serta testimoni dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa. Para peserta juga menyaksikan penayangan video kegiatan dan mengunjungi booth pameran OVOP.
Keikutsertaan mahasiswa ITHB dan STIE-HB dalam program PTMGRMD 2024 ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan berakhirnya program ini, semangat gotong royong dan kolaborasi diharapkan akan terus berlanjut demi kemajuan bersama.




Your articles are quite well-written and genuinely beneficial; I look forward to reading more of your outstanding work when you post again. I appreciate you sharing! Whenever you have more time, go to: quordle
The way the program’s objectives and outcomes were explained made it easy to understand the value of collaboration and social contribution.I appreciate how the article emphasizes practical involvement and long-term benefits rather than just theory. While reading, I was reminded of a similar discussion I came across on a review blog connected to https://www.goprogaragedoorrepair.com/, where the focus was also on how structured planning and community-focused efforts can lead to measurable change.Overall, this is a thoughtful piece that shows how education, teamwork, and social responsibility can work together to create genuine positive outcomes.
I read through the article, and it's a solid example of a university community engagement program. The collaboration between ITHB, STIE-HB, the local government, and the LLDIKTI seems well-structured, and the four-month timeframe allowed for more substantial work than a typical short-term trip. I was particularly interested in the mention of the One Village One Product (OVOP) initiative they developed and showcased at the closing event; it's a practical way to focus on sustainable economic impact. For anyone wanting to learn more about the specific projects they implemented in villages like Pangadegan or Rancakalong, I found you can discover more background on the program's structure on the ITHB website. It’s always good to see higher education institutions contributing to rural…