top of page

Technopreneurs ITHB, Selangkah Menuju Sukses

Updated: Feb 5

Beragam ide brilian, technopreneurs ITHB selangkah lebih dekat menuju sukses di era digital.



Selamat datang di dunia technopreneurship!!


Ini adalah DNA baru entrepreneurship di mana intelegensi, kecepatan, kreativitas, melek teknologi, antusiasme dan memiliki kemampuan mengkalkulasi resiko, menjadi ciri utama.

Bukankah seseorang akan dianggap aneh jika tidak memiliki Facebook atau Whatsapp di handphone? Tidakkah kita sudah demikian akrab dengan Traveloka, Shopee, Tokopedia dan toko-toko online lainnya?


Kenapa harus repot menyusuri jalan di tengah malam yang diguyur hujan lebat untuk mencari makan, sementara Grab Food atau Go Food is just one click away?


Realita inilah yang dilihat dengan tajam oleh Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) sejak tahun 2011. Pada akhir 2021, ITHB kembali menggelar sebuah kompetisi tahunan technopreneurship untuk mencari dan membangun entrepreneur kompeten dan cerdas yang memiliki daya saing tinggi di dunia profesional secara global. Ide bisnis brilian harus lahir menjadi konsep dasar, sebelum dikembangkan menjadi bisnis berbasis teknologi yang bisa berkelanjutan dan kompetitif.


Ada sembilan kelompok yang memperoleh kesempatan mempresentasikan konsep bisnisnya di depan para panelis, yang notabene telah malang melintang di dunia usaha dan akademis seperti:

  • Dr. Bersih Tarigant - pengusaha properti dengan pengalaman puluhan tahun

  • Dr. Ir. Samuel Tarigan, MBA. - profesional di Booz Allen Hamilton (konsultan strategi dan manajemen top dunia), Ernst & Young, IBM, Citibank, Accenture, serta pengusaha di bidang high rise apartment, commercial real estate, manufaktur, serta perkebunan kelapa sawit

  • Dr. Bobby Saputra, CA, CFP, QFE, AEPP, CSRA - profesional dalam bidang perencanaan keuangan dan penasehat tata kelola korporasi pada beberapa perusahaan multinasional

  • Jusak Kosasih, Ph.D. - Direktur Career Resource Center ITHB

  • Anggoro Prasetyo Utomo, S.T., M.T. - SAP Business Associate, Certified CILT Member, serta konsultan dan system developer di beberapa perusahaan multinasional.

Melihat buah pikiran dari anak-anak muda ini, semua ide yang ditampilkan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Memang pengalaman kemudian berbicara bahwa gagasan-gagasan tersebut masih perlu untuk disempurnakan di sana sini. Tapi itu bukan masalah besar karena di umur mereka yang masih belia, bisa berpikir dan menghasilkan konsep start-up seperti yang ditampilkan sudah merupakan langkah awal yang besar.


Dari sembilan kelompok, ada tiga jenis aplikasi yang berhasil memikat para panelis.

Gabriella Christina, Thomas Ken Ronaldi, Marffel Romero, Brenda Christina dan Tania Maria menamakan kelompok mereka Grup 32, datang dengan ide bernama Compair. Ini adalah aplikasi bisnis perbaikan komputer online, dimana pelanggan dapat memilih teknisi mana yang mereka suka, lengkap dengan daftar suku cadang yang diperlukan.


Lalu ada Ezra Ravin Mateus yang datang dengan gagasan brilian berlabel Heal ID. Ini adalah aplikasi digital kesehatan –one stop service-, yang akan simplify, redefine dan democratize semua jenis layanan kesehatan. Lewat aplikasi ini, pasien atau keluarga pasien akan terhindar dari masalah-masalah seperti antrian yang panjang, lamanya proses administrasi di rumah sakit, serta ribetnya birokrasi ketika harus mengurus klaim asuransi.


Kemudian ada aplikasi bernama Creative Design, hasil pemikiran dari Andre Darsono, Vincentsius Herlambang, Frederick Nataniel, Maria Melinda dan Gwendeline Eunikhe. Konsep bisnis yang diusung adalah mengintegrasikan semua tahapan pembangunan properti seperti rumah, café, ruko, studio serta jenis konstruksi lain mulai dari konsultasi awal, perancangan, pembangunan hingga menyentuh estimasi biaya. Tentu saja di dalam aplikasi Creative Design, konsumen dapat dengan mudah melakukan konsultasi dengan tenaga-tenaga ahli di bidang terkait, semuanya dilakukan secara daring.


Masih ada aplikasi menarik lain seperti HaloPet yang memudahkan semua jenis urusan tentang hewan peliharaan, AnOr Waste yang menyediakan layanan terpadu sampah dan limbah, My Pet Protect yang menyediakan jasa penampungan sampai adopsi hewan, Imaji dengan fokus utama ke layanan online jual beli furnitur, ataupun Eira dengan konsep bisnis kesehatan khususnya mengatur pola diet sehat konsumen.


Berkaca pada ragam ide brilian yang ditelurkan oleh para mahasiswa, ITHB sukses mempersiapkan mereka untuk menjadi technopreneur masa depan.


Wejangan dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Petra Harapan Bangsa, Dr. Bersih Tarigant adalah harta tak ternilai. Ini adalah konklusi konkrit bagi anak-anak muda mahasiswa ITHB.


Begini beliau berpesan:


“Kesulitan dan masalah adalah kesempatan. Seseorang yang bisa menjawab kebutuhan society pasti berhasil. Pandemi Covid 19 mendorong terjadinya transformasi dunia digital dan ilmu sistem informasi. Jadi, temukan masalah apa yang ada kemudian cari teknologi tepat guna sebagai jawabannya. Tekun dan fokus, jangan lupa kedua hal itu. Bisnis online memangkas jarak dan waktu, merubuhkan tembok dimensi dan akan terus berkembang merambah dunia. Responi dengan positif, ambil peluang yang ada dan selamat berjuang.”


“Kalau boleh tim ini di-follow-up, saya bersedia menjadi investornya.”


Peluang itu sudah terbuka, Anda siap?

 
 
 

12 Comments


Li L
Li L
Jun 16

This is a great look at how tech shapes our daily lives. It reminds me of the fun I have with jeff gold blum wordle game , a daily word puzzle that's just as engaging as these apps!

Like

Tim Smith
Tim Smith
Apr 21

Dulu saya juga pernah ikut kompetisi technopreneurship pas awal kuliah, rasanya campur aduk antara bangga dan insecure karena ide masih kasar. Tapi membaca tulisan Mas Anggoro ini jadi ingat lagi bahwa proses itu wajar. Waktu presentasi dulu, panelis saya lebih banyak kasih kritik daripada pujian. Namun justru dari situlah saya belajar menyempurnakan konsep, termasuk cara menyusun proposal bisnis yang rapi. Sampai sekarang, setiap mau bikin dokumen penting atau edit file PDF untuk pitching, saya biasa pakai https://pdfguru.com/id karena simpel dan nggak ribet. Yang saya lihat dari cerita ITHB, mereka nggak cuma jago bikin aplikasi, tapi juga paham administrasi dan kelengkapan dokumen. Sukses itu bukan cuma dari ide brilian, tapi dari konsistensi ngerjain hal kecil sekalipun, termasuk rapiin berkas. Selamat untuk…

Like

Lu Lu
Lu Lu
Mar 23

Great post about technopreneurship and digital success! It reminds me how tech makes everything faster and more fun, like playing the rocket goal game online for quick, exciting matches. Keep up the inspiring content!

Like

linn paul
linn paul
Mar 04

Your article on embracing change was insightful and motivating, especially in highlighting practical steps for implementing personal and professional growth. I recently read a similar take on another blog, which offered an interesting complementary view. It reminded me of the helpful guidance shared by https://the915lawyer.com/ on adapting strategies while staying compliant with relevant frameworks, which added valuable context to the conversation.

Like

Mình có lần lướt đọc mấy trao đổi trên mạng thì thấy có người nhắc tới TR88 trong lúc câu chuyện đang nói dở, nên cũng mở ra xem thử cho biết. Mình không tìm hiểu sâu, chỉ xem qua trong thời gian ngắn để nhìn bố cục và cách sắp xếp nội dung tổng thể. Xem như vậy xong mình quay lại đọc tiếp các bình luận khác.

Like

Informasi Lebih Lanjut

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, tinggalkan nama dan kontak Anda. Kami akan segera menghubungi Anda.

Logo ITHB
Logo Tersier - Diktisaintek Berdampak (1)

Kampus Harapan Bangsa

Jalan Dipatiukur 80-84

Bandung 40132 - Indonesia

+62 22 250 6636

Nomor kontak ITHB Admission

​HOTLINE S1 0812 1405 1772

HOTLINE S2 0822 9567 9956

Yohana 0851 3511 2322

Vina 0851 2470 0678

Feni 0851 3514 5994

Yery 0897 8848 446

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube

© Copyright 2025 Institut Teknologi Harapan Bangsa

Hubungi kami

Terima kasih! Kami akan segera menghubungi Anda.

bottom of page